Wow, IUD Tembaga Ternyata Bisa Dijadikan Kontrasepsi Darurat!


Kunyit

Berencana Squad, ternyata IUD tembaga juga bisa digunakan sebagai kontrasepsi darurat loh! Bahkan, IUD tembaga sebenarnya merupakan kontrasepsi darurat yang paling efektif dalam mencegah kehamilan (Harper et al., 2012). Sayangnya, belum banyak orang yang mengetahuinya sehingga manfaat IUD tembaga sebagai alternatif kontrasepsi dalam kondisi terdesak seringkali terabaikan.

Baca juga: Nggak Boleh Pakai IUD Kalau Belum Punya Anak, Masa Sih?

IUD tembaga adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari kombinasi plastik dan tembaga, berukuran kecil, dan berbentuk seperti huruf T (Hill, 2019). IUD tembaga ditempatkan di dalam uterus (rahim) oleh tenaga medis terlatih seperti dokter atau bidan. Pemasangannya nyaman dan hanya sebentar. Jangka waktu pemakaiannya juga cukup lama. Untuk sekali pemasangan, IUD tembaga bisa digunakan hingga 10 tahun.
IUD tembaga tidak mengandung hormon apa pun. Cara kerja IUD tembaga bisa dibilang cukup sederhana, yaitu dengan mengganggu sperma agar tidak bisa menemui dan membuahi sel telur (Dweck & Westen, 2017). Hal ini bisa terjadi karena di dalam IUD tembaga terdapat ion-ion tembaga yang bersifat toksik alias beracun bagi sperma (Hill, 2019). Dalam studi-studi literatur, tercatat bahwa IUD tembaga telah digunakan lebih dari 7.000 kali sejak tahun 1976 untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan (KTD) setelah terjadinya hubungan seks (Trussel et al., 2018). Efektivitasnya sangat tinggi, dengan tingkat kegagalan hanya 0,1%. Artinya, praktik penggunaan IUD tembaga sebagai kontrasepsi darurat sebenarnya sudah tidak asing lagi. Bahkan WHO pun menyarankan penggunaan IUD tembaga untuk tujuan ini (WHO, 2018).

Baca juga: Empat Situasi Di Mana Kamu Butuh Kontrasepsi Darurat

Berikut hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan IUD tembaga sebagai alat kontrasepsi darurat (Trussel et al., 2018):

• Untuk penggunaan IUD tembaga, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter atau bidan terlebih dahulu. Secara umum IUD tembaga boleh digunakan oleh siapa saja, namun ada beberapa kondisi medis di mana penggunaan IUD tembaga tidak disarankan. Misalnya, jika kamu sedang memiliki infeksi menular seksual (IMS) atau penyakit radang panggul.

Baca juga: Cari Tahu Cara Cek Infeksi Menular Seksual, Gimana Sih?

• IUD tembaga hanya dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat apabila dipasang maksimal 5 hari setelah terjadinya hubungan seks tanpa pengaman sebelum terjadinya kehamilan. Apabila kamu sudah terlanjur hamil, IUD tembaga tidak akan bisa membatalkan kehamilan tersebut. IUD tembaga bukan merupakan alat aborsi.

Baca juga: Tetap Bebas Beraktivitas dengan IUD, Bisa Banget!

Berencana Squad, itulah tadi penjelasan singkat mengapa IUD tembaga bisa digunakan sebagai alat kontrasepsi darurat. Selain itu, jangan lupa bahwa masih ada juga alternatif lain berupa pil kontrasepsi darurat (kondar). Kalau kamu masih kurang paham mengenai topik ini atau ingin berkonsultasi, kamu boleh menghubungi Berani Berencana melalui:
- WhatsApp Chat: https://wa.me/6281113104512
- Line Chat: line://ti/p/@hxe5510a
- Webchat: available di situs Berani Berencana
Semua yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya. Yuk, curhat ke Berani Berencana!

KOMENTAR


idp2019 , 2019-07-01 16:57:36.556525

wah, sangat bermanfaat sekali infonya. Terima kasih berani berencana :)

Reply


RELATED ARTICLE

#TakeCTRL with Berani Berencana




Berani Berencana


Sebuah program edukasi anak muda untuk #TakeCTRL masa depan
dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cari tahu lebih lanjut
dan konsultasikan masalah kesehatan reproduksimu sekarang melalui
media di bawah ini: