Trik Menolak Berhubungan Seks Tanpa Menyakiti Perasaan Doi


Kunyit

Berencana Squad, tubuhmu adalah milik kamu sendiri. Tidak ada orang yang berhak memaksakan kehendaknya atas tubuh kamu. Idealnya, pasangan yang baik akan menghargai keinginan kamu. Akan tetapi, kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari, penolakan tidak selalu direspons dengan baik. Kali ini Berani Berencana akan membantu kamu dengan memberikan beberapa tips untuk menolak berhubungan seks tanpa menyakiti perasaan doi.

Jika kamu belum pernah melakukan hubungan seks dan berniat ingin menunda hingga waktunya, baik atas alasan prinsip, kepercayaan, tradisi, maupun alasan medis, berikut beberapa cara menyampaikan penolakan kamu ke doi:

• Luangkan waktu untuk berdiskusi mengenai batasan-batasan dalam hubungan kamu dengan doi. Diskusi yang efektif merupakan kunci dari kepuasan dalam hubungan (Montessi, Conner, et al., 2013).

Baca juga: Posesif, Salah Satu dari 5 Tanda bahwa Hubungan Kamu dan Doi Nggak Sehat

• Kategorikan setiap tindakan menjadi hal-hal yang kamu senang apabila dilakukan, hal-hal yang kamu masih ragu, dan hal-hal yang sama sekali tidak ingin kamu lakukan dalam konteks hubungan seksual. Ini merupakan langkah yang penting sebab kepuasan terhadap kehidupan seksual berkorelasi positif dengan kepuasan terhadap hubungan (Byers, 2005; Trudel, 2002). Ungkapkan dengan bahasa yang sopan, tetapi tegas dan jelas. Contohnya:

 “Sayang, aku suka banget kalau kamu ngegandeng tanganku, tapi aku masih belum nyaman untuk berciuman, dan aku punya prinsip menunda hubungan seks sebelum menikah. Prinsip ini penting bagi aku. Jadi jangan dulu ya.”

“Beb, aku suka dipeluk, tapi aku nggak mau berhubungan seks dulu, ya. Aku tahu kita udah remaja dan secara fisik udah dewasa, tapi secara mental aku belum merasa siap.”

• Hindari menggunakan bahasa yang ambigu, seperti “Aku nggak pengen gituan”, “Pokoknya kita mesti pacaran baik-baik, jangan aneh-aneh”, atau “Kita ikutin batas-batasan yang normal aja dulu ya.” Penjelasan-penjelasan seperti ini sangat sulit dipahami karena apa yang kamu anggap normal/boleh dilakukan dengan apa yang doi anggap masih wajar kemungkinan berbeda. Meskipun mungkin ada rasa malu, usahakan untuk menggunakan istilah yang sebenarnya untuk mendeskripsikan tiap tindakan agar maksud kamu jelas.

Baca juga: Pacaran Sehat, Relationship Goal buat Kamu dan Doi

Jika kamu aktif secara seksual, tetapi sedang tidak ingin berhubungan karena tidak mood, lelah, sakit, sibuk, dan sebagainya, berikut beberapa cara menyampaikan penolakan ke doi:

• Sampaikan alasan mengapa kamu sedang tidak ingin berhubungan seks secara langsung dan jelas. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki kecenderungan untuk tidak menolak secara langsung ketika tidak ingin berhubungan seks karena lebih takut menyakiti perasaan pasangannya daripada menghadapi perasaan sendiri (Morokoff, Quina, et al., 1997). Ungkapkan dengan jujur dan jangan mengorbankan diri sendiri karena ini dapat mengurangi kepuasan hubungan kamu dan doi secara jangka panjang.

• Tambahkan penjelasan bahwa hanya karena kamu sedang tidak ingin berhubungan seks pada saat itu, bukan berarti kamu nggak menginginkan doi.

• Kalau perlu, ajak doi melakukan aktivitas lain bersama-sama agar tetap ada waktu berkualitas yang bisa dihabiskan berdua.

Kalau cara-cara di atas ternyata tidak membantu dan doi tetap memaksa, tolaklah secara keras. Ini adalah wujud dari sexual assertiveness (ketegasan seksual) agar kamu tidak menjadi korban dalam hubunganmu sendiri. Sexual assertiveness bisa membantu mencegah kekerasan berulang dari pasanganmu (Livingston, Testa, & VanZile-Tamsen, 2007).

Baca juga: Remaja Wajib Punya Sexual Assertiveness! Apa Sih Maksudnya?

Jangan mengalah hanya untuk menghindari konflik sebab hubungan yang diawali dengan paksaan tidak akan berakhir baik. Paksaan untuk berhubungan seks merupakan suatu bentuk pemerkosaan meskipun dilakukan dalam hubungan pacaran ataupun hubungan suami-istri. Laporkan ke pihak yang berwenang apabila doi sampai melakukan tindak kekerasan.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan atau ingin curhat mengenai hubungan kamu dengan doi, jangan sungkan untuk bertanya ke Berani Berencana ya! Kamu bisa menghubungi Berani Berencana melalui:

- WhatsApp Chat: https://wa.me/6281113104512

- Line Chat: @beraniberencana

- Webchat: available di situs Berani Berencana.

Kerahasiaan dijamin, sehingga kamu nggak perlu cemas dan bisa curhat dengan lebih lega.

KOMENTAR


idp2019 , 2019-07-01 16:57:36.556525

wah, sangat bermanfaat sekali infonya. Terima kasih berani berencana :)

Reply


RELATED ARTICLE

#TakeCTRL with Berani Berencana




Berani Berencana


Sebuah program edukasi anak muda untuk #TakeCTRL masa depan
dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cari tahu lebih lanjut
dan konsultasikan masalah kesehatan reproduksimu sekarang melalui
media di bawah ini: