Tips Memilih Kontrasepsi Sesuai dengan Kondisi Kesehatan


Kunyit

 

Berencana Squad, penting bagi kamu untuk menyesuaikan kontrasepsi pilihanmu dengan kondisi kesehatan demi menghindari resiko efek samping dan komplikasi yang tidak diinginkan. Kondom pada umumnya bisa digunakan oleh siapa saja kecuali yang memiliki alergi lateks, namun bagaimana dengan alat kontrasepsi lainnya? Agar memudahkan kamu, berikut ringkasan sederhana yang diadaptasi dari diagram WHO edisi ke-5 tahun 2015 berisi sejumlah kondisi kesehatan dan pasangan alat kontrasepsi yang tepat untuk kondisi masing-masing.

Kondisi Medis

Kontrasepsi

Sakit kepala (bukan migrain)

Boleh menggunakan semua jenis alat kontrasepsi, namun tidak boleh menggunakan pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi apabila memiliki migrain disertai aura

Obesitas

Boleh menggunakan semua jenis alat kontrasepsi

Diabetes

Boleh menggunakan semua jenis alat kontrasepsi, kecuali jika terdapat komplikasi atau durasi menderita diabetes sudah lebih dari 20 tahun tidak disarankan menggunakan pil KB kombinasi, suntik kombinasi, dan suntik progesteron.

Hipertensi

Tidak disarankan menggunakan pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi apabila tekanan darah berada di antara 140-159 / 90-99. Tidak boleh menggunakan pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi apabila tekanan darah >160 / >100

Merokok

Boleh menggunakan semua jenis kontrasepsi jika usia <35>Tidak disarankan menggunakan pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi jika usia >35 tahun.

Penyakit kardiovaskuler (stroke, penyakit jantung iskemik, hiperlipidemia)

Boleh menggunakan IUD, implan, dan pil KB progesteron. Tidak disarankan suntik KB progesteron. Tidak boleh menggunakan pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi.

Radang panggul

Boleh menggunakan semua jenis alat kontrasepsi kecuali IUD

Sepsis (nifas dan pasca abortus)

 

Boleh menggunakan semua jenis alat kontrasepsi kecuali IUD

Postpartum dan menyusui

Selama 6 minggu pertama tidak boleh menggunakan pil KB kombinasi dan suntik kombinasi, serta tidak disarankan suntik progesteron.

Pemasangan IUD diperbolehkan sebelum 48 jam, namun setelah lewat 48 jam hingga 4 minggu, tidak disarankan memasang IUD. Setelah lewat 4 minggu boleh memasang IUD

Setelah lewat 6 minggu namun masih belum lewat bulan ke-6, tidak disarankan menggunakan pil KB kombinasi dan pil progesteron.

Pendarahan vagina

Boleh menggunakan pil KB kombinasi dan pil progesteron. Tidak disarankan menggunakan suntikan progesteron dan implan. Tidak boleh memakai IUD.

Mioma uteri

Boleh menggunakan semua jenis alat kontrasepsi

Neoplasia servikal

Boleh menggunakan semua jenis alat kontrasepsi

Kanker serviks

Boleh menggunakan semua jenis alat kontrasepsi kecuali IUD

Kanker payudara

Hanya boleh menggunakan IUD tembaga dan kondom, alat kontrasepsi lain tidak boleh digunakan.

Hepatitis aktif

Tidak boleh menggunakan pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi.

Tumor hati

Boleh menggunakan IUD tembaga. IUD LNG, implan, pil progesteron dan suntikan progesteron tidak disarankan.

Tidak boleh menggunakan pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi.

Tromboemboli vena

Jika hanya punya riwayat sakit saja namun sudah sembuh, boleh menggunakan segala jenis alat kontrasepsi kecuali pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi.

Jika sedang menderita namun tidak pernah menjalani operasi besar dengan imobilisasi yang lama, boleh menggunakan IUD tembaga. Tidak disarankan menggunakan pil progesteron, suntikan progesteron, implan, dan IUD LNG. Tidak boleh menggunakan pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi.

 Jika sudah menjalani operasi besar dengan imobilisasi yang lama,tidak boleh menggunakan pil KB kombinasi dan suntikan kombinasi, namun boleh menggunakan alat kontrasepsi lainnya.

HIV

Secara umum boleh menggunakan semua jenis kontrasepsi apabila sedang diterapi antiretroviral, namun tidak disarankan menggunakan IUD

Gonorrhea dan klamidia

Boleh menggunakan semua jenis alat kontrasepsi kecuali IUD

Infeksi menular lainnya dan vaginitis

Boleh menggunakan semua jenis alat kontrasepsi, namun jika risiko meningkat untuk IMS, tidak disarankan menggunakan IUD

Berencana Squad, itulah tadi beberapa kondisi medis dan alat kontrasepsi yang sesuai untuk digunakan dalam masing-masing kondisi. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter ya! Selain itu, kamu juga bisa mengajukan pertanyaan dan curhat ke Berani Berencana melalui:

- WhatsApp Chat: https://wa.me/6281113104512

- Line Chat: line://ti/p/@hxe5510a

- Webchat: available di situs Berani Berencana

Informasi yang kamu sampaikan akan dijaga rahasianya, kok. Yuk, perdalam pengetahuanmu dengan Berani Berencana! 

 

KOMENTAR


idp2019 , 2019-07-01 16:57:36.556525

wah, sangat bermanfaat sekali infonya. Terima kasih berani berencana :)

Reply


RELATED ARTICLE

#TakeCTRL with Berani Berencana




Berani Berencana


Sebuah program edukasi anak muda untuk #TakeCTRL masa depan
dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cari tahu lebih lanjut
dan konsultasikan masalah kesehatan reproduksimu sekarang melalui
media di bawah ini: