Tips Hubungan Seks yang Aman: Hati-hati Toxic Relationship, Kenali Bedanya Cinta atau Nafsu






Berencana Squad, buat kamu yang sering nge-bucin, hati-hati, deh. Kamu rentan banget dengan yang namanya toxic relationship. Hanya karena kamu cinta banget sama doi, bukan berarti kamu perlu membiarkan doi berlaku semena-mena pada kamu. Apalagi kalau doi sampai memaksakan hubungan seks karena setiap orang berhak dapat hubungan seks yang aman. Kalau dipaksain, ini udah bukan aman lagi, tapi date rape alias pemerkosaan dalam hubungan pacaran. Agar kamu nggak terjerat di lingkaran setan yang satu ini, berikut tips membedakan cinta dengan nafsu.

  • Kalau doi beneran cinta, dia bakal menghargai batas-batas pribadimu

Cinta yang tulus nggak berlandaskan paksaan. Kalau doi ngotot mau ‘ena-ena’, padahal dia tau bahwa kamu nggak nyaman, berarti hubungan kamu dan doi toxic. Waspada juga dengan paksaannya terselubung. Bujukan yang terus menerus dan kata-kata seperti ‘Yah, sedih deh, aku…” itu juga merupakan paksaan. Kamu berhak menentukan sendiri kapan kamu siap. Jika doi membuatmu merasa bersalah karena sudah menolak ajakannya, doi bukan pasangan yang baik!

  • Kalau doi memang cinta, dia akan pakai kondom dan cek status infeksi menular seksual

Cara terbaik untuk mendapatkan hubungan seks yang aman adalah dengan memakai kondom (Dweck & Westen, 2017). Selain itu, kamu dan doi juga harus sama-sama mengetahui status infeksi menular seksual (IMS) masing-masing. Kalau ternyata salah satu dari kalian punya IMS, toh bisa ditangani oleh dokter. Bila memang IMS-nya ternyata jenis yang nggak bisa disembuhkan secara permanen, biasanya tetap ada cara-cara untuk mengatur agar risiko penularannya lebih rendah. Yang penting, sebagai pasangan kalian sama-sama kompak dan sama-sama mau berusaha secara konsisten untuk mencegahnya. Kalau doi enggan pakai kondom dan nggak mau periksa status infeksi menular seksual, say goodbye! Dia nggak sayang kamu!

  • Kalau doi 100% cinta, dia akan menjaga privasimu

“Sayang, kalau kamu macem-macem, foto kamu aku sebar, loh.”

“Yakin mau putus? Aku bisa bilang ke orang-orang bahwa kamu udah pernah anuan…”

Kalau punya pacar kayak gini, tinggalin aja deh. Mendingan kamu single daripada jadian sama orang yang hobi nge-blackmail kamu. Toxic paraaah!

  • Kalau doi sepenuhnya cinta, dia akan berusaha memahami kebutuhanmu.

Doi orgasme setiap kali habis berhubungan seksual sama kamu, tapi dia nggak pernah nanyain apakah kamu juga menikmati? Duh… Padahal, dalam hubungan seks yang aman dan sehat, kepuasan dan kenyamanan kamu juga penting. Kalau dia cinta, mestinya dia nanyain kebutuhanmu. Nggak sulit, kok. Misalnya, kalau kamu sering ngerasa agak sakit ketika ‘celup-celupan’ bareng, kalian bisa membahas kemungkinan untuk memperlama pemanasan, beli pelumas, atau periksa ke dokter. Seksnya lancar, tapi kamu nggak pernah orgasme? Coba deh sama-sama cari tahu dan diomongin kenapa. Mungkin kurang stimulasi dan butuh kondom bertekstur bintil yang lebih enak. Kebutuhanmu nggak kalah penting dengan kebutuhan doi!

Berencana Squad, itulah beberapa tips hubungan seks yang aman. Mudah-mudahan sekarang kamu jadi lebih mudah membedakan toxic relationship yang hanya didasari nafsu dengan healthy relationship yang penuh cinta dan kasih sayang, ya. Selain itu, kalau kamu masih punya pertanyaan, kamu juga boleh menghubungi Berani Berencana melalui:

- WhatsApp Chat: WhatsApp Berani Berencana

- Line Chat: Line Berani Berencana

- Webchat: available di situs Berani Berencana

Segala informasi yang kamu sampaikan akan dijaga kerahasiaannya. Yuk, konsultasi ke Berani Berencana!

KOMENTAR



RELATED ARTICLE