Sering Berhubungan Intim Tanpa Kontrasepsi? Waduh, Ternyata Sperma Bisa Bertahan Lama di Rahim!






Berencana Squad, did you know? Ternyata sperma bisa bertahan lama di dalam rahim pasca ‘ena-ena’ tanpa kontrasepsi, loh! Baik membersihkan vagina maupun buang air kecil setelah berhubungan seks nggak akan bisa membantu mengeluarkan sperma yang sudah masuk. Eh, masa sih? Beneran! Kurang lebih begini penjelasannya…

Baca juga: Memangku Laptop Merusak Kualitas Sperma, Mitos Bukan Sih?

Dari satu kali ejakulasi, jutaan sperma masuk ke dalam vagina. Sperma memiliki ekor yang panjang yang membantunya berenang. Dengan kemampuan renangnya, sperma berkelana dari vagina menuju leher rahim, masuk ke dalam rahim, hingga ke tuba falopi tempat sel telur menunggu. Selama berada di dalam tubuh perempuan, sperma bisa bertahan hidup hingga 5 hari (Jensen & Stewart, 2015). Jadi, secara teknis bisa aja kamu berhubungan seks di hari Senin, lalu sperma membuahi sel telur di hari Kamis atau Jumat. Kemungkinan kamu hamil akan lebih tinggi di masa subur, yaitu 5 hari sebelum pelepasan sel telur hingga 1 hari setelahnya. Meskipun begitu, prediksi masa subur bisa aja meleset, jadi berhubungan intim tanpa kontrasepsi tetap berisiko.

Kenapa nggak ejakulasi di luar aja? Eits, tunggu dulu. Metode senggama terputus alias ‘keluar di luar’ juga nggak menjamin bila kamu dan pasanganmu ingin mencegah kehamilan. Faktanya, gengs, 1 dari setiap 5 pasangan yang menggunakan metode keluar di luar hamil dalam setahun (Perez, 2019). Penyebabnya beragam. Pertama, pasangan bisa aja ‘kebablasan’ atau terbawa suasana sehingga terlambat menarik penis keluar sebelum klimaks (Westheimer & Lehu, 2019). Kedua, cairan bening pra-ejakulasi yang terkadang udah keluar sejak penis mulai tegang juga seringkali mengandung sperma (Kovavisarach, Lorthanawanich, & Muangsamran, 2016). Jadi, meskipun penis berhasil ditarik keluar sebelum orgasme dan mengeluarkan cairan mani, sperma bisa aja udah keburu masuk duluan melalui cairan pra-ejakulasi.

Solusinya gimana, dong, kalau mau mencegah kehamilan? Cara terbaik adalah dengan menggunakan kontrasepsi modern. Kamu bisa menggunakan kondom, pil KB, suntikan KB, KB implan, maupun IUD tembaga. Seluruh alat kontrasepsi ini memiliki efektivitas yang baik dalam mencegah kehamilan bila digunakan sesuai dengan instruksinya.

Untuk mengetahui metode KB mana yang paling tepat bagi kamu dan pasanganmu, disarankan berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Selain agar kamu bisa mendapatkan informasi dengan lebih mendalam, sesi konsultasi tersebut juga berguna untuk mengevaluasi tingkat kecocokan kondisi kesehatanmu dengan jenis kontrasepsi yang kamu pilih bersama dengan pasangan. Soalnya, kondisi kesehatan pribadi setiap orang berbeda-beda. Oiya, pastikan bahwa kamu melibatkan pasanganmu secara aktif dalam proses memilih kontrasepsi, ya. Dengan begitu, kamu dan pasanganmu bisa saling mendukung.

Baca juga: Tips Memilih Kontrasepsi Sesuai dengan Kondisi Kesehatan

Berencana Squad, karena sperma yang bisa bertahan lama di dalam rahim, pada akhirnya lebih baik kamu nggak mengambil risiko berhubungan seks tanpa kontrasepsi bila memang kamu dan pasanganmu belum siap untuk menghadapi kehamilan. Gunakanlah metode kontrasepsi modern yang sudah terjamin keampuhan dan keamanannya. Selain itu, kalau kamu masih punya pertanyaan, kamu boleh menghubungi Berani Berencana melalui:

- WhatsApp Chat: WhatsApp Berani Berencana

- Line Chat: Line Berani Berencana

- Webchat: available di situs Berani Berencana

Segala informasi yang kamu sampaikan akan dijaga kerahasiaannya. Yuk, konsultasi ke Berani Berencana!

KOMENTAR



RELATED ARTICLE