Pacaran Sehat, Relationship Goal buat Kamu dan Doi


Kunyit

Berencana Squad, tahu nggak sih bahwa pelaku kekerasan terbanyak di ranah privat ternyata adalah pasangan sendiri? IDN Times melansir bahwa pada tahun 2018 terjadi sebanyak 2.073 kasus ‘Kekerasan Dalam Pacaran’ (KDP) di Indonesia. Itu baru informasi yang telah terdata. Bayangkan seberapa banyak kasus KDP lainnya yang mungkin bahkan nggak tercatat di dalam statistik tersebut. Hal ini tentunya membuat miris, padahal KDP bisa dicegah asal kamu dan doi sama-sama paham mengenai seperti apa wujud pacaran sehat yang seharusnya. 

Pacaran sehat itu apa sih?

Pacaran sehat adalah hubungan yang arahnya positif. Artinya, pasangan saling mengembangkan satu sama lain, bukan saling menjatuhkan. Hal terpenting dari sebuah hubungan pacaran yang sehat adalah adanya komunikasi yang baik serta consent.

Seperti apa sih komunikasi yang baik dalam pacaran sehat?

Ketika pasangan semakin terbuka dengan satu sama lain, maka kepuasan dalam hubungan pun akan cenderung lebih meningkat (Sprecher & Hendrick, 2004). Sebisa mungkin, cobalah untuk saling jujur dan berbicara apa adanya. Perbedaan adalah hal yang lumrah, yang terpenting adalah bagaimana kamu menyikapinya, misalnya dengan berkompromi mencari titik tengah. 

Apa itu consent?

Consent secara harfiah berarti adanya izin untuk terjadinya suatu hal. Dalam konteks pacaran sehat, consent berarti kamu dan doi secara sadar membuat sebuah kesepakatan mengenai hal-hal apa yang boleh dan nggak boleh dilakukan. Misalnya, ada pasangan yang setuju bahwa berpegangan tangan dan berpelukan tidak apa-apa, namun mereka belum siap untuk berciuman. Pasangan lain bisa aja nggak mempermasalahkan segala bentuk kontak fisik, asal dilakukan dengan cara yang aman. Jika salah satu pihak nggak setuju dengan suatu bentuk tindakan romantis atau seksual, maka dia berhak menolak untuk memberikan consent, dan kamu nggak boleh memaksa. Ingatlah kata-kata mutiara, “Love is respect.” Jangan melakukan apapun tanpa consent dari doi.

Jadi, seperti apa kira-kira wujud tindakan konkret dalam pacaran sehat?

  • Menyampaikan keinginan secara terbuka dan menghargai opini pasangan
  • Nggak memaksa pasangan untuk melakukan hal-hal di luar persetujuan doi
  • Menghargai privasi pasangan serta nggak menunjukkan sikap posesif yang berlebihan.
  • Nggak menjatuhkan atau mempermalukan pasangan, baik dalam ranah pribadi maupun di muka umum.

”Waduh, sepertinya hubungan pacaran kami nggak sehat… gimana ya cara menyikapinya?”

Ada beberapa alternatif tindakan yang bisa kamu lakukan kalau kamu dan doi berada dalam hubungan pacaran yang nggak sehat, antara lain:

  • Komunikasi dan berkompromi

    Kalau memang kamu dan doi masih bisa berkomunikasi secara terbuka dan masih ada ruang untuk kompromi di hubungan kalian, maka seharusnya hubungan kamu masih bisa diperbaiki. 

  • Mediasi

    Kalau setelah diskusi berkali-kali, masalahnya nggak selesai juga, saatnya kamu dan doi meminta bantuan pihak ketiga untuk memediasi. Misalnya, kamu bisa curhat ke psikolog atau ke @BeraniBerencana. Dijamin rahasia, kok.

  • Menyudahi hubungan

    Jika setelah diskusi dan mediasi tetap nggak berhasil juga, sebaiknya kamu mengakhiri hubungan tersebut. Percuma bertahan kalau sama- sama nggak bahagia.

Berencana Squad, semoga dengan informasi singkat ini, kamu dan doi bisa lebih bijak dalam berhubungan, paham akan consent, dan terhindar dari KDP ya. Selamat menjalin hubungan pacaran yang lebih sehat.

 

KOMENTAR


idp2019 , 2019-07-01 16:57:36.556525

wah, sangat bermanfaat sekali infonya. Terima kasih berani berencana :)

Reply

, 2019-11-16 07:21:37.426425

ini situs apa ya?

Reply


RELATED ARTICLE

#TakeCTRL with Berani Berencana




Berani Berencana


Sebuah program edukasi anak muda untuk #TakeCTRL masa depan
dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cari tahu lebih lanjut
dan konsultasikan masalah kesehatan reproduksimu sekarang melalui
media di bawah ini: