Obesitas Mengurangi Kesuburan, Bener Nggak Ya?


Kunyit

Berencana Squad, kamu tentunya sudah sering mendengar mengenai dampak obesitas terhadap kesehatan, seperti meningkatnya risiko terkena serangan jantung, diabetes, serta kanker. Akan tetapi, ternyata ada lagi lho efek samping dari obesitas. Faktanya, obesitas juga mengurangi kesuburan. Kok bisa ya? Berikut penjelasannya.

Obesitas menurut WHO adalah kondisi tubuh dengan akumulasi lemak berlebih/abnormal yang menimbulkan risiko bagi kesehatan. Seseorang dikatakan mengalami obesitas jika body mass index atau BMI-nya di atas angka 30. Body mass index (BMI) dihitung dengan membagi berat badan (BB) seseorang (kg) dengan tinggi badan (TB) pangkat dua (m2). 

                                                                                                                                        BMI =BB/?TB?^2 

Kategorisasi BMI

BMI

Kategorisasi

<18>

Underweight (kekurangan  berat badan)

18,5-24,9

Healthy weight (berat badan sehat)

25-29,9

Overweight (kelebihan berat badan)

>29,9

Obese (obesitas)

 

Obesitas pada Perempuan

  • Obesitas dapat memengaruhi keseimbangan hormon di dalam tubuh dan menyebabkan menstruasi tidak teratur
  • Obesitas dapat memengaruhi keseimbangan hormon di dalam tubuh dan menyebabkan menstruasi tidak teratur.
  • Banyak perempuan dengan obesitas masih mengalami ovulasi, tetapi kualitas sel telurnya tidak sebaik milik perempuan dengan berat badan normal.
  • Dalam beberapa kasus, obesitas bisa membuat ovarium nggak mengeluarkan sel telur sama sekali. Artinya, tidak terjadi ovulasi. Padahal, agar dapat terjadi kehamilan, harus ada sel telur yang dibuahi oleh sperma.

Obesitas pada Laki-laki

  • Obesitas pada laki-laki memengaruhi keseimbangan hormon sehingga bisa mengakibatkan ketidaksuburan.
  • Obesitas juga menyebabkan penurunan libido serta kesulitan mencapai dan mempertahankan ereksi.
  • Laki-laki dengan obesitas seringkali memiliki jumlah serta kualitas sperma yang lebih rendah daripada laki-laki dengan berat badan normal.

Solusinya?

  • Obesitas dapat dicegah dengan pola hidup yang baik.
  • Pada umumnya, untuk peningkatan kesuburan disarankan penurunan berat badan sebesar 7% serta peningkatan aktivitas fisik dengan intensitas sedang seperti jogging, bersepeda, atau berenang hingga 150 menit per minggu. Selain olahraga, bisa juga melakukan aktivitas fisik lain yang cukup membakar kalori dengan jumlah waktu yang sama, misalnya membersihkan rumah atau berkebun.
  • pasangan yang berolahraga serta mengatur diet bersama memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mencapai perubahan pola hidup sehat yang ditargetkan. Hal yang sama juga berlaku dalam perencanaan kehamilan. Jadi, kalau kamu dan doi sama-sama sedang menjalani hubungan yang serius dan suatu hari nanti ingin membangun keluarga, kamu bisa bersama-sama menyusun rencana menuju berat badan yang lebih sehat, misalnya dengan ikut fitness atau olahraga bela diri, serta mulai sering membawa bekal makanan sehat dari rumah.

Begitulah kira-kira sekilas info mengenai bagaimana obesitas memengaruhi kesuburan, serta contoh-contoh upaya yang bisa kamu lakukan untuk mencegah/menanggulanginya. Berencana Squad, semoga dengan ini kamu bisa lebih mantap dalam #TakeCTRL kesehatan tubuh dan kesuburan kamu ya!

 

KOMENTAR


idp2019 , 2019-07-01 16:57:36.556525

wah, sangat bermanfaat sekali infonya. Terima kasih berani berencana :)

Reply


RELATED ARTICLE

#TakeCTRL with Berani Berencana




Berani Berencana


Sebuah program edukasi anak muda untuk #TakeCTRL masa depan
dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cari tahu lebih lanjut
dan konsultasikan masalah kesehatan reproduksimu sekarang melalui
media di bawah ini: