Mual Karena Efek Samping Kontrasepsi Pil KB, Gimana Mengatasinya?






Berencana Squad, pil KB memiliki banyak sekali manfaat bagi perempuan. Selain mencegah kehamilan, pil KB juga menurunkan risiko terkena kanker ovarium, kanker endometrium, dan kanker usus besar (Wentzensen et al., 2016; Michels et al., 2018; Iversen et al., 2017). Akan tetapi, orang terkadang masih ragu untuk menggunakan pil KB karena khawatir dengan efek samping kontrasepsi, misalnya seperti rasa mual yang bisa muncul sehabis minum pil. Padahal, sebetulnya ada sejumlah trik yang bisa diterapkan agar kamu tetap bisa menikmati berbagai manfaat dari pil KB tanpa terganggu dengan mual. Berikut beberapa di antaranya.

Baca juga: Kulit Mulus dengan Pil KB, Ini Rahasianya!

  • Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan pil KB

Kondisi kesehatan pribadi tiap orang berbeda-beda, jadi sebelum menggunakan pil KB, sebaiknya lakukanlah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Apalagi, bila kamu memiliki penyakit bawaan yang berhubungan dengan pencernaan, seperti GERD, maag, dan sejenisnya. Mengunjungi dokter spesialis bisa membantu perempuan dengan gangguan pencernaan memilih jenis kontrasepsi yang tepat untuk mencegah kehamilan (Sridhar, Cwiak, et al., 2017). Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi, ya gengs!

  • Konsumsi pil KB bersama dengan makanan atau sesudah makan

Biar nggak mual-mual, gengs, usahakan untuk nggak mengonsumsi pil saat perutmu sedang kosong. Minumlah pil KB sehabis makan malam atau setelah mengemil sebelum tidur. Kamu juga bisa mengonsumsi antasida 30 menit sebelum minum pil (Watson, 2018, dalam Healthline). Oh iya, penting untuk diingat, kalau seandainya kamu menggabungkan jadwal minum pil dengan jam makan, pastikan bahwa jam makanmu konsisten, ya! Soalnya pil KB harus diminum setiap hari pada jam yang sama agar semakin efektif dan bisa melindungimu secara optimal dari risiko kehamilan.

  • Berikan tubuh waktu untuk beradaptasi

Pil KB bekerja mencegah kehamilan dengan mengeluarkan hormon yang menebalkan lendir leher rahim dan menipiskan lapisan dinding leher rahim (Hill, 2019). Akibatnya, sperma jadi lebih sulit masuk. Kalaupun berhasil masuk dan membuahi sel telur, hasil pembuahan akan susah menempel di dinding rahim sehingga kemungkinan hamil sangat rendah. Nah, hormon di dalam pil KB inilah yang terkadang memicu munculnya rasa mual. Kabar baiknya, biasanya efek samping kontrasepsi ini hanya bersifat sementara. Tubuh butuh waktu terlebih dahulu untuk bisa beradaptasi sebelum terbiasa dengan hormon yang masuk. Jadi, jangan langsung mengganti pil KB dengan jenis pil KB lain atau kontrasepsi yang berbeda bila baru mencoba selama 1-2 bulan. Tunggu dulu dan lihat apakah ada perubahan setelah bulan ke-2. Bila kamu langsung mengganti kontrasepsi dengan jenis yang lain dengan jenis hormon serta dosis yang berbeda, rasa mual justru bisa muncul lagi, karena tubuh kembali harus beradaptasi.

Baca juga: Pil KB Bikin Gemuk, Bener Nggak Sih?

Berencana Squad, itulah 3 cara mengatasi rasa mual karena efek samping pil KB. Mudah-mudahan dengan menerapkan cara-cara tadi, kamu jadi lebih nyaman berkontrasepsi, ya! Selain itu, kalau kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut seputar efek samping kontrasepsi atau kesehatan reproduksi, kamu pun boleh menghubungi Berani Berencana melalui:

- WhatsApp Chat: WhatsApp Berani Berencana

- Line Chat: Line Berani Berencana

- Webchat: available di situs Berani Berencana

Segala informasi yang kamu sampaikan akan dijaga kerahasiaannya. Yuk, konsultasi ke Berani Berencana!

KOMENTAR



RELATED ARTICLE