Libido Rendah dan Aseksualitas, Sama Nggak Sih?


Kunyit

Berencana Squad, did you know? Ketika membahas mengenai aseksualitas, ada dua pendapat bertentangan yang sering ditemukan. Pendapat pertama memandang aseksualitas sebagai sebuah variasi yang normal dari seksualitas manusia. Pendapat kedua memandang aseksualitas sebagai Hypoactive Sexual Desire Disorder (HSDD), gangguan yang seringkali dianggap sebagai konsekuensi dari libido yang rendah. Apa sih bedanya? Kira-kira yang benar yang mana, ya? Yuk, kita bahas!

Apa sih yang dimaksud dengan aseksualitas?

Menurut Bogaert (2004), aseksualitas adalah tidak adanya ketertarikan seksual pada orang lain. Dalam penelitiannya, Bogaert menemukan bahwa meskipun sebagian besar aseksual tidak menjalin hubungan pacaran jangka panjang ataupun pernikahan, 33% masih menjalani hubungan dan 11% pernah menjalani hubungan. Keputusan untuk menjalani hubungan bisa didasari oleh berbagai faktor, misalnya alasan praktis seperti dukungan ekonomi, dukungan dalam mengasuh anak, atau kebutuhan akan pasangan.

Sebagian aseksual masih memiliki ketertarikan romantis terhadap orang lain, sebagian lagi tidak sama sekali. Ketika ada ketertarikan, ketertarikan tersebut bisa berakar dari kebutuhan akan afeksi (kasih sayang), tanpa melibatkan hasrat seksual (Bogaert, 2006). Di samping itu, seseorang yang aseksual juga masih bisa tertarik dengan penampilan fisik orang lain (Betchen, 2014, Psychology Today).

Lalu, apa itu Hypoactive Sexual Desire Disorder (HSDD)?

Menurut DSM-5, buku pedoman terbaru yang digunakan psikolog dan psikiater untuk menetapkan diagnosis, HSDD merupakan gangguan yang ditandai dengan ketiadaan fantasi seksual ataupun keinginan untuk melakukan tindakan seksual. Akan tetapi, untuk bisa dikategorikan sebagai gangguan/HSDD, kondisi tersebut harus menyebabkan kesulitan atau masalah yang signifikan dalam hubungan interpersonal orang yang bersangkutan. Misalnya, jika seseorang memiliki ketakutan yang sangat ekstrem terhadap kontak seksual, kesulitan mencapai ereksi hingga merasa stres, dan sebagainya. Apabila tidak menjadi masalah, situasi tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai HSDD. Diagnosis HSDD juga tidak bisa diberikan apabila orang yang bersangkutan menyatakan bahwa dirinya adalah seorang aseksual. Mengingat bahwa pemberian diagnosis memiliki konsekuensi nyata, hanya psikolog atau psikiater yang bisa melakukannya. Oleh karena itu, sebaiknya kamu tidak sembarang melabel diri sendiri tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Apakah aseksualitas sama dengan HSDD?

Seorang aseksual dan seseorang yang hidup dengan HSDD mungkin memang memiliki beberapa kemiripan, tetapi keduanya tidak sama. Meskipun sama-sama tidak tertarik pada siapa pun secara seksual, aseksualitas bukan merupakan suatu gangguan dan tidak menyebabkan masalah apa pun pada orang yang bersangkutan, sedangkan HSDD dikategorikan sebagai gangguan dan menyebabkan berbagai masalah serius.

Aseksualitas juga cenderung bersifat relatif permanen. Sebaliknya, sebagian besar HSDD bersifat sementara. Artinya, seseorang yang tidak pernah memiliki ketertarikan seksual seumur hidupnya, tetapi tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut kemungkinan besar akan dikategorikan sebagai aseksual dan tidak akan diberikan diagnosis apa pun. Di sisi lain, seseorang bisa saja mengalami HSDD hanya selama setahun, tetapi ia tetap mendapatkan diagnosis karena kondisi tersebut menyebabkan masalah yang signifikan.

Perbedaan lain, menurut Bogaert (2006), sebagian aseksual bisa saja hingga derajat tertentu masih memiliki hasrat seksual atau masih bisa menikmati tindakan seksual tertentu, tetapi mereka tidak menyalurkan hasrat seksual tersebut ke siapa pun. Meskipun begitu, hal ini tidak berlaku pada semua aseksual, hanya sebagian saja.

 

Berencana Squad, itulah tadi pembahasan singkat mengenai aseksualitas dan HSDD. Mudah-mudahan kamu jadi jauh lebih paham akan perbedaan keduanya. Jika kamu masih bingung atau ingin curhat mengenai topik ini, jangan malu untuk bertanya ke Berani Berencana ya! Kamu bisa menghubungi Berani Berencana melalui: 

 

- WhatsApp Chat: https://wa.me/6281113104512

- Line Chat: @beraniberencana

- Webchat: available di situs Berani Berencana.

Informasi apapun yang kamu sampaikan dijamin kerahasiaannya. Yuk, konsultasi dengan Berani Berencana!

 

KOMENTAR


idp2019 , 2019-07-01 16:57:36.556525

wah, sangat bermanfaat sekali infonya. Terima kasih berani berencana :)

Reply

, 2020-05-01 09:11:36.688202

Cool website! My name’s Eric, and I just found your site - beraniberencana.com - while surfing the net. You showed up at the top of the search results, so I checked you out. Looks like what you’re doing is pretty cool. But if you don’t mind me asking – after someone like me stumbles across beraniberencana.com, what usually happens? Is your site generating leads for your business? I’m guessing some, but I also bet you’d like more… studies show that 7 out 10 who land on a site wind

Reply

TEST

bughunt-borneo.o , 2020-05-26 19:03:40.204595

TEST

bughunt-borneo.org



Reply





Berani Berencana


Sebuah program edukasi anak muda untuk #TakeCTRL masa depan
dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cari tahu lebih lanjut
dan konsultasikan masalah kesehatan reproduksimu sekarang melalui
media di bawah ini: