Kontrasepsi Darurat: Rahasia Biar Nggak ‘Kebobolan’ Setelah Berhubungan Seks






Berencana Squad, pernah nggak sih kamu mendengar ada pasangan yang hamil karena lupa minum pil KB, telat suntik KB, atau salah strategi ketika pakai kondom sehingga kondomnya lepas? Kira-kira dalam situasi mendesak kayak gini, masih ada cara untuk mencegah kehamilan nggak, ya? Yuk, kenalan dengan kontrasepsi darurat!

Berbeda dengan kontrasepsi jenis yang lain yang harus sudah digunakan sebelum berhubungan seks, kontrasepsi darurat justru bisa dipakai untuk mencegah ‘kebobolan’ setelah ‘ena-ena’. Selama ini, orang sering berpikiran bahwa yang namanya kontrasepsi darurat itu cuma ada dalam wujud pil doang (Wright, Fawson, Frost & Turok, 2017). Padahal, kontrasepsi darurat ada dua jenis, yaitu pil kontrasepsi darurat dan IUD tembaga.

  • Pil kontrasepsi darurat

Pil kontrasepsi darurat alias morning-after pill merupakan pil yang bisa mencegah kehamilan setelah hubungan seks tanpa pengaman. Cara kerjanya adalah dengan menunda pelepasan sel telur, sehingga sperma yang sudah terlanjur masuk ke dalam rahim nggak akan bisa membuahi sel telur. Pil ini bukan pil aborsi dan hanya bisa mencegah kehamilan sebelum terjadinya pembuahan. Kalau sel telur udah terlanjur dibuahi, kamu nggak akan bisa membatalkan kehamilan meskipun sudah mengonsumsi pil ini. Oleh karena itu, pil ini harus dikonsumsi sesegera mungkin (Dweck & Westen, 2017), maksimal 5 hari setelah hubungan seks, namun lebih cepat lebih baik. Oiya, pil kontrasepsi darurat nggak boleh digunakan sebagai alat kontrasepsi sehari-hari, soalnya kadar hormonnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kontrasepsi hormonal lainnya yang memang dikembangkan untuk pemakaian sehari-hari. Kamu bisa menemukan pil kontrasepsi darurat di sini.

  • UD tembaga

IUD tembaga berukuran mungil, berbentuk seperti huruf T, dan dipasang di dalam rahim oleh dokter atau bidan (Hill, 2019). IUD tembaga bisa dipakai jadi kontrasepsi biasa untuk sehari-hari, bisa juga jadi kontrasepsi darurat bila dipasang maksimal 5 hari setelah berhubungan seks. Sekali pasang, IUD bisa melindungi kamu dari risiko kehamilan yang tidak direncanakan (KTD) hingga maksimal 10 tahun, tergantung dari jenisnya. Meskipun begitu, kalau kamu dan pasanganmu ternyata sudah ingin merencanakan kehamilan sebelum masa perlindungan IUD selesai, kamu bisa datang kapan pun ke dokter atau bidan untuk meminta IUD dilepas.

Jadi, nggak perlu panik kalau terjadi ‘kecelakaan’ kontrasepsi, ya. Masih ada kontrasepsi darurat yang bisa menolong kamu. Meskipun begitu, tetap lakukan langkah-langkah pencegahan untuk memastikan agar kontrasepsi yang kamu gunakan nggak mengalami kegagalan. Berikut beberapa tipsnya:

  • Bagi kamu yang minum pil KB dan suntik KB, pasang alarm pengingat di HP.

  • Bagi kamu yang menggunakan kondom, cek expiry date di kemasan. Simpan kondom di tempat yang aman, jauh dari benda-benda tajam, dan bebas dari paparan sinar matahari langsung. Pasang kondom dari awal penis tegang, sebelum memasukkan penis ke dalam vagina. Keluarkan kondom sesegera mungkin setelah ejakulasi.

  • Bagi kamu yang menggunakan metode ‘keluar di luar’, kalau bisa segera beralih ke kontrasepsi modern, soalnya nggak semua orang sanggup menahan atau mengontrol ejakulasi. Kalau keburu ‘crot’ di dalam gimana? Rempong loh! 

Berencana Squad, itulah rahasia biar nggak ‘kebobolan’ setelah berhubungan seks. Selain itu, kalau kamu masih punya pertanyaan, kamu juga boleh menghubungi Berani Berencana melalui: 

- WhatsApp Chat:WhatsApp Berani Berencana

- Line Chat: Line Berani Berencana

- Webchat: available di situs Berani Berencana

 

Segala informasi yang kamu sampaikan akan dijaga kerahasiaannya. Yuk, konsultasi ke Berani Berencana!

 

 

 

KOMENTAR



RELATED ARTICLE