Kontrasepsi Darurat, Gimana Sih Pemakaiannya?


Kunyit

Berencana Squad, ternyata ada loh pil yang bisa dikonsumsi sebagai plan B untuk mencegah kehamilan. Alat kontrasepsi ini disebut dengan kontrasepsi darurat (kondar) atau Postpil. Meskipun kondar sudah lama beredar, pengetahuan mengenai akses, manfaat, dan penggunaan kondar masih cukup rendah. Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap remaja usia 13-25 tahun di Amerika Serikat (Yen & Ammerman, 2015) menemukan bahwa:

• Sebanyak 40%  dari subjek penelitian berasumsi bahwa kondar merupakan pil aborsi (Yen & Ammerman, 2015). Padahal, ini adalah persepsi yang salah. Jika sudah terjadi kehamilan, kondar tidak akan bisa memengaruhi janin.

• Terdapat 40% remaja yang mengira bahwa kondar dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi utama, bukan hanya sebagai metode darurat.

• Dari 439 subjek penelitian, 44% di antaranya berpikir bahwa kondar harus dikonsumsi maksimal satu hari setelah terjadinya hubungan seksual, padahal jendela waktu maksimal penggunaan kondar sebenarnya nggak sesempit itu.

Nah, Berencana Squad, biar kamu nggak ikut bingung tentang kondar, kali ini Berani Berencana akan mengajak kamu mengeksplor alat kontrasepsi yang satu ini.

Di mana kamu bisa mendapatkan kondar?

Kondar dijual secara bebas dan bisa dibeli di berbagai apotek. Kondar dibuat untuk dikonsumsi oleh perempuan, tetapi nggak hanya perempuan yang bisa membeli kondar. Laki-laki juga boleh membeli kondar untuk dikonsumsi oleh pasangan perempuannya. 

Gimana sih cara kerja kondar?

Kondar bekerja dengan mengeluarkan hormon progesteron untuk menunda pelepasan sel telur agar tidak terjadi pembuahan oleh sperma. Jadi, kondar bukan pil aborsi. Jika pil aborsi digunakan untuk membatalkan kehamilan, kondar digunakan untuk mencegah kehamilan sebelum terjadi. Keduanya merupakan hal yang berbeda.

Lalu, bagaimana pemakaiannya?

Kondar berbentuk pil dan harus dikonsumsi oleh perempuan hingga maksimal 120 jam (5 hari) setelah berhubungan seks tanpa perlindungan kontrasepsi, atau ketika alat kontrasepsi mengalami kegagalan, dan dalam keadaan darurat lainnya. Contohnya:

• Ketika kondom tidak sengaja terlepas, bocor, atau robek

• Ketika lupa meminum pil KB

• Ketika terjadi kekerasan seksual / pemerkosaan hingga ada risiko kehamilan yang tidak direncanakan (KTD)

Kondar sebaiknya tidak digunakan sebagai alat kontrasepsi utama karena memang dikembangkan sebagai alternatif pencegah kehamilan dalam keadaan darurat. Selain itu, kondar juga tidak dapat menggantikan fungsi kondom untuk mencegah infeksi menular seksual (IMS). 

Karena kondar dikembangkan untuk menunda ovulasi, efektivitas kondar sangat dipengaruhi oleh jangka waktu konsumsinya. Semakin cepat dikonsumsi, semakin efektif mencegah kehamilan. Berikut perbandingannya.

Jangka Waktu Konsumsi                       Efektivitas    Tingkat Kehamilan    Sumber

72 jam setelah berhubungan seks         87%-90%    0,8%                       Rodrigues, Grou, & Joly; 2001

72-120 jam setelah berhubungan seks  72%-87%    1,8%

Berencana Squad, demikian penjabaran singkat Berani Berencana mengenai kondar. Semoga dengan ini kamu bisa lebih paham mengenai akses, manfaat, dan kegunaannya. Jika masih ada yang membingungkan, jangan sungkan untuk bertanya melalui LIVE chat di situs Berani Berencana, ya!

Selain itu, kamu juga bisa curhat ke Berani Berencana melalui channel-channel berikut: 

- WhatsApp Chat: https://wa.me/6281113104512

- Line Chat: line://ti/p/@hxe5510a

- Webchat: available di situs Berani Berencana

Segala hal yang kamu sampaikan dijamin kerahasiaannya. Curhat ke Berani Berencana, yuk! ????

KOMENTAR


idp2019 , 2019-07-01 16:57:36.556525

wah, sangat bermanfaat sekali infonya. Terima kasih berani berencana :)

Reply


RELATED ARTICLE

#TakeCTRL with Berani Berencana




Berani Berencana


Sebuah program edukasi anak muda untuk #TakeCTRL masa depan
dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cari tahu lebih lanjut
dan konsultasikan masalah kesehatan reproduksimu sekarang melalui
media di bawah ini: