Kesetaraan Berkontrasepsi, Seperti Apa Sih?


Kunyit

Berencana Squad, kesetaraan berkontrasepsi merupakan suatu isu yang boleh dibilang sangat serius di masa kini. Meskipun zaman sudah maju, kewajiban untuk mencegah kehamilan seringkali masih dibebankan pada perempuan saja (Kohan, Simbar, & Taleghani, 2012), padahal faktanya laki-laki dan perempuan sama-sama berkontribusi dalam menyebabkan kehamilan. Kalau nggak ada sperma dari laki-laki, sel telur tidak akan bisa dibuahi dan berkembang melewati berbagai fase selama 9 bulan hingga akhirnya menjadi bayi. Artinya, seharusnya kedua pihak, baik laki-laki maupun perempuan, sama-sama mengemban tanggung jawab yang setara dalam keputusan untuk berkontrasepsi.
Seperti apa sih kesetaraan berkontrasepsi itu? Setara berkontrasepsi berarti sama-sama punya hak untuk berbicara dan membuat keputusan dalam berkontrasepsi. Berikut beberapa contoh tindakan yang menunjukkan kesetaraan berkontrasepsi.

• Mau memahami ketidaksiapan pasangan untuk memiliki anak
• Mau berdiskusi mengenai berbagai pilihan metode kontrasepsi dengan pikiran terbuka
• Mau secara aktif mendukung pasangan untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai metode kontrasepsi beserta dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, baik dengan melakukan riset dari berbagai media maupun dengan menemani pasangan berkonsultasi ke dokter atau bidan
• Apabila lupa menggunakan alat kontrasepsi atau terjadi kegagalan dalam berkontrasepsi, mau membantu pasangan mencari alternatif solusi.
• Berusaha untuk saling melindungi pasangan dari infeksi menular seksual (IMS)

Baca juga: Si Dia Menolak Pakai Kondom, Mesti Bagaimana Ya?

Sebaliknya, berikut beberapa contoh tindakan yang menunjukkan bahwa kamu dan doi belum setara dalam berkontrasepsi:

• Mendesak pasangan untuk memiliki anak dan memanipulasi pasangan hingga merasa bersalah apabila pasangan menolak
• Memaksa pasangan untuk berhubungan seks tanpa pengaman
• Merusak alat kontrasepsi dengan sengaja tanpa sepengetahuan pasangan
• Melepas alat kontrasepsi tiba-tiba saat sedang berhubungan seks
• Menggunakan seks sebagai senjata, misalnya dengan tidak mau berhubungan sama sekali jika pasangan berkeras menggunakan alat kontrasepsi
• Menelantarkan pasangan dan/atau menghentikan dukungan moral dan finansial apabila pasangan memutuskan untuk berkontrasepsi
• Menggunakan kekerasan fisik dan verbal sebagai ancaman agar pasangan tidak berkontrasepsi

Baca juga: Pacaran Sehat, Relationship Goal Buat Kamu dan Doi

Berencana Squad, itulah tadi pembahasan mengenai kesetaraan berkontrasepsi, tindakan-tindakan yang menunjukkan kesetaraan, serta tindakan-tindakan yang menunjukkan belum adanya kesetaraan berkontrasepsi dalam hubungan kamu dengan doi. Kalau masih ada yang kurang kamu mengerti mengenai topik ini atau kamu ingin curhat mengenai hubunganmu, kamu boleh menghubungi Berani Berencana melalui:
- WhatsApp Chat: https://wa.me/6281113104512
- Line Chat: line://ti/p/@hxe5510a
- Webchat: available di situs Berani Berencana
Semua hal yang kamu sampaikan akan dijaga kerahasiaannya, jadi kamu boleh curhat sebebas-bebasnya. Yuk, konsultasi dengan Berani Berencana!

KOMENTAR


idp2019 , 2019-07-01 16:57:36.556525

wah, sangat bermanfaat sekali infonya. Terima kasih berani berencana :)

Reply


RELATED ARTICLE

#TakeCTRL with Berani Berencana




Berani Berencana


Sebuah program edukasi anak muda untuk #TakeCTRL masa depan
dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cari tahu lebih lanjut
dan konsultasikan masalah kesehatan reproduksimu sekarang melalui
media di bawah ini: