Hubungan Seks yang Aman dan Harmonis: Begini Cara Mengurangi Masturbasi yang Berlebihan






Berencana Squad, makan sambel secukupnya itu enak, tapi kalau kebanyakan bisa bikin perut mules. Nggak jauh berbeda, masturbasi bisa jadi pelengkap kebutuhan seksual dalam hidupmu, namun ketika berlebihan dapat merusak hubungan dengan pasangan serta mengganggu kesehatan reproduksi. Banyak masalah yang bisa timbul akibat masturbasi yang berlebihan, di antaranya timbulnya rasa nyeri, kerusakan organ seksual akibat dampak gesekan, serta munculnya emosi-emosi negatif setiap kali selesai bermasturbasi (Shavega, 2020). Duh, lalu gimana dong, cara mengatasinya kalau sudah terlanjur ketagihan banget? Berikut 3 tips mengurangi masturbasi yang berlebihan demi hubungan seks yang aman dan harmonis.

Baca juga: Masturbasi yang Masih Tergolong Sehat, Seperti Apa, Ya?

  • Hindari pornografi

Menurut Nazanin Moali, seorang psikolog klinis sekaligus pakar di bidang seksualitas, rangsangan visual dalam pornografi sangat kuat dan bisa langsung mengaktifkan bagian otak manusia yang peka terhadap reward alias imbalan positif. Akibatnya, orang-orang jadi lebih sulit menahan diri dari bermasturbasi. Oleh karena itu, ada baiknya kamu mengurangi atau bahkan sepenuhnya menghindari pornografi bila memang kamu sedang berkomitmen untuk mengatasi ketagihan terhadap masturbasi. Cobalah mengalihkan energi dan perhatianmu pada aktivitas-aktivitas lain yang lebih produktif, seperti olahraga, tugas-tugas yang belum diselesaikan, atau hobi yang sedang kamu tekuni.

  • Diskusi dengan pasangan

Kebiasaan masturbasi dengan teknik yang spesifik, tekanan yang intens, dan kecepatan yang tinggi dapat membuat orang nggak bisa lagi mencapai klimaks ketika berhubungan seks dengan pasangannya (Spitz, 2018). Kalau kamu udah ketagihan dengan sensasi yang dihasilkan dari masturbasi, perlu ada diskusi yang terbuka antara kamu dan pasangan. Dengan berdiskusi secara terbuka, kamu dan pasanganmu bisa bersama-sama menggali akar masalah yang ada. Misalnya, bisa aja kamu jadi mengandalkan masturbasi justru karena merasa kurang percaya diri setiap kali berhubungan seks dengan pasangan. Komunikasi adalah kunci hubungan seks yang aman dan harmonis, jadi upayakan untuk jujur dan terbuka dengan pasanganmu. Jangan sampai pasanganmu nanti merasa kamu kurang puas dengannya atau merasa bersalah karena menganggap dirinya kurang menarik secara seksual. Jadi tambah runyam, deh, masalahmu.

  • Konseling dengan psikolog, psikiater, atau seksolog

“Aku nggak gila, buat apa ikut konseling?!” Mungkin banyak orang yang berpikiran begini. Padahal, siapapun boleh berkonsultasi pada psikolog, psikiater, dan seksolog mengenai masalah pribadi. Punya masalah itu lumrah, kok, bukan berarti kamu ‘gila’. Lagipula, apa salahnya mengobrol bareng para ahli untuk mencari solusi? Terkadang saran dari ahli bisa membantu. Pilihlah ahli yang memang berpengalaman. Lalu, sampaikan bahwa kamu merasa membutuhkan konseling untuk membantu mengatasi ketagihanmu terhadap masturbasi.  Tak perlu merasa takut atau malu, sebab mereka semua adalah tenaga kerja kesehatan terlatih yang sudah sering menangani berbagai kasus dan wajib menjaga kerahasiaan informasi pribadimu.

Baca juga: 5 Kesalahan yang Bisa Terjadi Saat Masturbasi

Berencana Squad, itulah 3 cara mengurangi masturbasi yang berlebihan agar hubunganmu dengan pasanganmu harmonis. Selain itu, kalau kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut seputar hubungan seks yang aman atau mengenai masturbasi, kamu pun boleh menghubungi Berani Berencana melalui:

- WhatsApp Chat: WhatsApp Berani Berencana

- Line Chat: Line Berani Berencana

- Webchat: available di situs Berani Berencana

Segala informasi yang kamu sampaikan akan dijaga kerahasiaannya. Yuk, konsultasi ke Berani Berencana!

KOMENTAR



RELATED ARTICLE