"Horny Banget"? Penyebab Gairah Seks yang Tinggi dan Berbagai Jenis Alat Kontrasepsi agar Lebih Aman






Berencana Squad, sebagai anak muda yang sedang dalam masa subur, mungkin ada kalanya kamu merasa terangsang secara seksual alias ‘horny’. Sebetulnya apa sih yang bikin horny? Gimana mengatasinya? Berikut sekilas pembahasan soal penyebab gairah seksual yang tinggi dan berbagai jenis alat kontrasepsi yang bisa membantu kamu menjaga diri.

Baca juga: 5 Fakta Mengejutkan yang Kamu Belum Tahu Soal Libido

Gairah seksual diatur oleh otak. Ada banyak hal yang bisa memengaruhi gairah seksual, mulai dari hormon, sistem saraf, hingga peredaran darah (Calabro, Cacciola, Bruschetta, et al., 2019). Nah, karena tubuh setiap orang berbeda, sebetulnya nggak ada patokan khusus mengenai gairah seksual yang dianggap normal. Hal yang lebih penting adalah gimana menyalurkan hasrat seksual dengan aman. Selama kegiatan seksual nggak berlebihan sampai menyakiti diri sendiri dan mengganggu produktivitas, maka masih dianggap normal. Bagi kamu yang masih di bawah umur, olahraga dan memperbanyak aktivitas bisa menjadi solusi menghadapi gairah seksual yang mulai meningkat. Buat yang sudah dewasa namun belum punya pasangan, hasrat seksual bisa disalurkan dengan masturbasi. Bila sudah punya pasangan, kamu dapat melakukan hubungan seksual.

Salah satu risiko dari melakukan hubungan seksual adalah kehamilan. Untuk mencegahnya, digunakan kontrasepsi. Berikut beberapa jenis alat kontrasepsi yang ada.

  • Kondom

Kondom terbuat dari lateks, dipasang di penis, dan bekerja dengan menampung sperma agar nggak masuk ke vagina. Dengan kondom, kamu bisa mencegah kehamilan sekaligus mengurangi risiko infeksi menular seksual (WHO).

  • Pil KB

Pil KB merupakan kontrasepsi hormonal yang harus diminum setiap hari pada jam yang sama. Cara kerjanya adalah dengan mengeluarkan kombinasi hormon estrogen dan progesteron atau hormon progesteron saja untuk menunda pelepasan sel telur dan menebalkan lendir leher rahim (Hill, 2019). Tujuannya agar sperma sulit masuk untuk membuahi sel telur serta nggak terjadi kehamilan.

  • Suntikan KB

Serupa dengan pil KB, suntikan KB juga merupakan kontrasepsi hormonal. Bedanya adalah cara administrasinya. Jika pil KB diminum, suntikan KB biasanya dilakukan oleh dokter atau bidan 1-3 bulan sekali, tergantung dari jenis yang dipilih.

  • KB implan

KB implan terdiri dari dua tabung plastik seukuran korek api berisi hormon progesteron. Kontrasepsi ini dipasang oleh dokter / bidan di bawah permukaan kulit lengan bagian atas (Hill, 2019). KB implan bisa menunda kehamilan hingga 3 tahun.

  • IUD tembaga

IUD tembaga merupakan kontrasepsi non-hormonal yang bekerja dengan mengeluarkan ion-ion tembaga toksik pembunuh sperma. IUD tembaga dipasang di dalam rahim oleh dokter atau bidan dan bisa mencegah kehamilan selama 3-10 tahun, namun bisa dilepas kapan saja.

  • Pil kontrasepsi darurat

Jika terlanjur berhubungan seks tanpa pengaman atau bila kondom robek karena kesalahan pemakaian, pil kontrasepsi darurat alias Postpil bisa menjadi solusi untuk mencegah kehamilan. Pil ini harus diminum dua butir sekaligus maksimal 5 hari pasca hubungan seks (Dweck & Westen, 2017). Lebih cepat lebih baik, ya gengs!

Baca juga: Libido Rendah dan Aseksualitas, Sama Nggak Sih?

Itulah penyebab gairah seks yang tinggi dan berbagai jenis alat kontrasepsi yang bisa digunakan agar lebih aman. Selain itu, kalau kamu punya pertanyaan mengenai topik ini, kamu boleh menghubungi Berani Berencana melalui:

- WhatsApp Chat: WhatsApp Berani Berencana

- Line Chat: Line Berani Berencana

- Webchat: available di situs Berani Berencana

Segala informasi yang kamu sampaikan akan dijaga kerahasiaannya. Yuk, konsultasi ke Berani Berencana!

KOMENTAR


msramdan, 21 Oct 2021 - 21:41

Artikel bermanfaat

Reply

msramdan, 21 Oct 2021 - 21:59

artikel bermanfaat

Reply


RELATED ARTICLE