5 Tips Menyimpan Kondom agar Tetap Baik Kualitasnya


Kunyit

Berencana Squad, tahu nggak sih? Menurut WHO, jika kondom digunakan dengan benar, efektivitasnya bisa mencapai 98% untuk mencegah kehamilan. Namun, kenyataannya di lapangan, tingkat kehamilan tidak direncanakan (KTD) ketika memakai kondom mencapai 15% (Baker, 2008). Kok selisihnya bisa lumayan jauh, ya?

Stephanie Sanders dari The Kinsey Institute for Research in Sex, Gender and Reproduction, Indiana University, melakukan sebuah studi literatur yang membandingkan 50 penelitian mulai dari tahun 1995. Dari studi literatur tersebut, ditemukan bahwa 3,3%-19,1% subjek penelitian yang mengalami kegagalan kondom ternyata tidak mengikuti instruksi di belakang kemasan ketika menyimpan kondom (Sanders et al., 2012). Wah, meskipun terkesan sepele, ternyata kesalahan penyimpanan kondom dampaknya fatal juga ya?

Agar kamu nggak turut jadi “korban” dari kegagalan kondom seperti tadi, yuk kita mengedukasi diri mengenai cara menyimpan kondom yang baik dan benar! Berikut ini merupakan 6 aturan utama yang sebaiknya kamu ikuti.

1. Menghindari tempat penyimpanan yang terkena cahaya matahari langsung

Memangnya apa sih dampaknya kalau terkena sinar matahari? Kondomnya nggak bakal lumer kayak cokelat kan? Memang tidak, tapi masalahnya bukan sekedar terkena cahaya. Ultraviolet dari sinar matahari berbahaya dan bisa merusak kondom meskipun eksposurnya hanya selama beberapa jam (Minnesota Department of Health, 2017).

2. Menyimpan kondom dalam suhu ruangan

Kondom sebaiknya nggak disimpan di ruangan dengan suhu lebih rendah daripada -20°C karena teksturnya bisa mengeras dan berisiko retak. Sebaliknya, suhu yang terlalu tinggi di atas 37°C juga bisa berdampak buruk bagi kondom (Nunavut Department of Health, 2014).

3. Menjauhkan kondom dari bahan-bahan kimia

Menurut hasil penelitian, eksposur selama 60 detik terhadap bahan-bahan kimia yang mengandung mineral oil mengurangi kekuatan kondom lateks hingga 90% (Voeller, Coulson, et al., 1989). Padahal, “zat kimia” yang diuji di penelitian tersebut hanya berupa lotion dan baby oil, dua jenis produk yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari dan kerap dianggap relatif aman. Artinya, kamu benar-benar harus hati-hati menyimpan kondom agar nggak terkena cairan apa pun. Kalau kamu harus menggunakan pelumas, pastikan bahwa pelumas tersebut berbahan dasar air dan bukan minyak.

4. Memastikan agar tidak ada benda-benda tajam di sekitar kondom

Meskipun sekilas seperti persoalan sepele yang nggak perlu disebutkan lagi, kenyataannya terdapat hingga 11,2% orang-orang yang mengalami kegagalan kondom karena ceroboh meletakkan kondom di dekat benda tajam (Sanders et al., 2012). Oleh karena itu, pastikan bahwa kamu selalu memeriksa isi laci terlebih dahulu sebelum menaruh kondom. Siapa tahu ada jarum atau pulpen yang perlu disingkirkan terlebih dahulu.

5. Menyimpan kondom di tempat yang bersih dan kering

Upayakan untuk tidak menyimpan kondom di dekat toilet. Percuma menggunakan kondom untuk mencegah penyebaran penyakit jika kamu menyimpan kondom di tempat yang kotor dan penuh bakteri.

Berencana Squad, itulah 5 tips yang dapat membantu kamu mempertahankan kualitas kondom. Nggak sulit, kan? Yuk, mulai membiasakan menyimpan kondom dengan baik dan benar!

 

KOMENTAR


idp2019 , 2019-07-01 16:57:36.556525

wah, sangat bermanfaat sekali infonya. Terima kasih berani berencana :)

Reply

, 2019-11-16 07:21:37.426425

ini situs apa ya?

Reply


RELATED ARTICLE

#TakeCTRL with Berani Berencana




Berani Berencana


Sebuah program edukasi anak muda untuk #TakeCTRL masa depan
dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cari tahu lebih lanjut
dan konsultasikan masalah kesehatan reproduksimu sekarang melalui
media di bawah ini: