5 Strategi Punya Spesialisasi agar Lebih Dilirik di Pasar Kerja


Kunyit

Berencana Squad, dengan adanya kemajuan teknologi, kebutuhan manusia semakin berkembang. Kebutuhan akan ahli pada bidangnya masing-masing juga berubah. Misalnya, jika dulu orangtuamu ahli di bidang marketing, dalam beberapa tahun terakhir yang dicari adalah ahli di bidang digital marketing. Di antara tahun 2016-2018, peningkatan tingkat perekrutan untuk pekerja di bidang digital marketing mencapai 32% (2018 Marketing Hiring Trends, dalam Staglieno, 2019; theleftbank.edu.au). Sekarang, ahli digital marketing pun memiliki spesialisasi lagi. Misalnya, ada yang fokus dalam hal Search Engine Optimization (SEO) atau Social Media Marketing (SMM). Ini hanyalah sebuah contoh kasus yang menunjukkan semakin tingginya kebutuhan akan ahli yang memiliki spesialisasi. Di bidang lain juga demikian. Jika dulu kita dituntut serba bisa, kini tuntutannya adalah menguasai dan mendalami satu bidang spesifik

Gimana sih, caranya memilih spesialisasi yang sesuai untuk karir?

• Pastikan terlebih dahulu bahwa demand-nya memang ada

Kalau kamu ingin ‘bermain aman’, pilihlah bidang-bidang yang saat ini in-demand. Artinya, kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja di bidang tersebut memang sedang tinggi. Sebagaimana dilansir di LinkedIn, 3 pekerjaan paling in-demand di tahun 2019 ini adalah data scientist, site reliability engineer, dan enterprise account executive. Jika kamu justru ingin mendalami bidang yang langka, ini juga bisa menjadi strategi. Namun, pastikan bahwa kamu memang punya koneksi untuk membangun spesialisasi di bidang tersebut.

• Pertimbangkan minat, bakat, dan modal yang kamu miliki

Idealnya, spesialisasi karir harus sesuai dengan passion agar kamu tidak bosan. Memiliki bakat di bidang tersebut merupakan suatu keunggulan, meskipun nggak wajib, mengingat bahwa skill bisa dilatih. Selain itu, pertimbangkan modal yang dimiliki. Misalnya, kamu ingin berspesialisasi di bidang kuliner khusus vegan, maka kamu harus betul-betul tertarik dengan konsep vegan, senang memasak, dan memiliki peralatan dapur yang lengkap.

• Gali informasi dari berbagai sumber

Kira-kira kamu butuh pendidikan khusus, nggak? Misalnya, kamu ingin menjadi ahli gizi yang berfokus pada isu-isu seputar body image. Pilihlah jurusan yang sesuai, seperti ilmu kesehatan masyarakat. Lakukan riset di internet. Cari pelatihan di bidang tersebut. Ikuti berbagai seminar. Kumpulkan sertifikat serta pengalaman untuk dicantumkan dalam CV. Kalau kamu berkesempatan bertemu dengan orang yang sudah sukses di bidang spesialisasi yang kamu inginkan, upayakan menyempatkan berdiskusi serta meminta saran. Siapa tahu, kamu bisa mendapatkan peluang untuk langsung berkecimpung di sana.

• Lakukan eksplorasi dan pertimbangkan berbagai alternatif

Kalau apa yang kamu inginkan belum jelas, lakukan eksplorasi terlebih dahulu. Misalnya, kamu bercita-cita menjadi jurnalis, tapi masih bingung mengenai spesialisasi yang sesuai. Jalani saja dulu dan eksplor pilihan-pilihan yang ada, seperti menulis artikel liputan lifestyle, sains, maupun kriminal. Nanti setelah kamu merasakan pengalaman menulis di ketiga bidang tersebut, barulah kamu memilih salah satu bidang sebagai spesialisasi kamu.

• Konsisten dan bersikap realistis mengenai waktu

Membangun spesialisasi memang butuh komitmen. Kuncinya adalah konsistensi. Sebagai contoh, menurut dokter spesialis jantung Vito Anggarino Damay (Liputan6.com, 2019), jika kamu ingin menjadi dokter spesialis di Indonesia, kamu membutuhkan kira-kira 12 tahun: 4 tahun untuk kuliah S1 jurusan kedokteran, 2 tahun sekolah profesi (koas), setelah disumpah sebagai dokter harus ikut internship sebelum boleh praktik, kemudian jika ingin melanjutkan pendidikan spesialisasi harus kuliah selama 4-6 tahun lagi. Barulah setelah itu kamu bisa membuka praktik sebagai dokter spesialis. Artinya, kamu harus siap secara mental menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar.

Berencana Squad, demikianlah beberapa tips untuk membantu kamu menentukan spesialisasi. Tetap gigih dan bersabar ya! Percayalah bahwa belajar tidak pernah sia-sia. Semua kerja keras kamu akan terbayar. 

 

KOMENTAR


idp2019 , 2019-07-01 16:57:36.556525

wah, sangat bermanfaat sekali infonya. Terima kasih berani berencana :)

Reply


RELATED ARTICLE

#TakeCTRL with Berani Berencana




Berani Berencana


Sebuah program edukasi anak muda untuk #TakeCTRL masa depan
dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cari tahu lebih lanjut
dan konsultasikan masalah kesehatan reproduksimu sekarang melalui
media di bawah ini: