4 Tips Agar Hubungan Kamu dan Doi Benar-benar Setara


Kunyit

Berencana Squad, orang kadang menginginkan kesetaraan, tetapi masih membeda-bedakan ekspektasi terhadap laki-laki dan perempuan. Misalnya mereka yang pemikirannya: “Perempuan yang baik itu penurut, laki-laki yang baik itu tegas.” Meskipun sekilas baik, pemikiran seperti ini sebenarnya diskriminatif dan tidak setara (Lee, Fiske, et al., 2010). Dalam rangka memperingati International Women’s Day yang bertema “Each for Equal”, Berani Berencana akan berbagi tips agar hubunganmu dan doi benar-benar setara.

• Menghargai hak-hak pasangan
Dalam hubungan yang setara, perempuan tidak berkewajiban menuruti pasangan laki-lakinya, demikian juga sebaliknya. Apabila doi menolak seks atau berbeda opini, itu haknya. Kenyataannya, banyak pasangan menginginkan kesetaraan hak di berbagai ranah dalam hubungan mereka (Pettifor, MachPhail, et al., 2012).

• Bergantian mengambil keputusan
Jika hubunganmu setara, tidak ada yang mendominasi pengambilan keputusan. Kalau kali ini kamu menentukan lokasi nge-date, minggu depan biarkan doi memutuskan. Ketika pasangan merasa punya kontrol dalam hubungan, mereka akan lebih sering berinisiatif (MacGregor & Cavallo, 2011).

Baca juga: Road Trip Bareng Doi, Gimana Sih Merencanakannya?

• Tidak membuat asumsi (stereotip) berdasarkan gender
Hindari pernyataan seperti:
“Cewek nyetir mobil nggak selancar cowok!”
“Percuma diskusi, wanita selalu benar.”
“Laki-laki pakai logika, perempuan pakai perasaan.”
Kenyataannya, banyak perempuan yang mengemudi dengan baik, siapa pun bisa salah dalam diskusi, perempuan bisa berlogika, dan laki-laki bisa berperasaan. Stereotip gender seringkali merugikan laki-laki maupun perempuan. Misalnya, perempuan dianggap tidak kompeten bekerja, sementara laki-laki dianggap tidak kompeten menjadi orangtua (Ellemers, 2017).

Baca juga: Pacaran Sehat, Relationship Goal Buat Kamu dan Doi

• Membagi tugas secara adil
Misalnya, kamu dan doi bisa berbagi bill, membayar makanan masing-masing, atau bergantian mentraktir. Faktanya, sejumlah perempuan justru menginginkan kesetaraan dalam tanggung jawab finansial (Pettifor, MacPhail, et al., 2012).
Jangan langsung menaruh ekspektasi berdasarkan gender, misalnya:

”Cowo bayarin cewe dong.”
“Aku kan laki. Sebagai cewe, kamu harus masakin aku.”
 “Jemput aku dong, kamu kan laki-laki.”

Kecuali memang sudah sepakat berbagi tugas gender tradisional, jangan buru-buru berasumsi pasanganmu mau. Bisa saja dia laki-laki yang hobi memasak atau perempuan yang senang mengemudi. Sebaliknya, jika sudah terbiasa menjalankan tugas sesuai tuntutan gender, bukan berarti kamu tidak bisa belajar skill-skill baru. Kamu harus bisa mandiri tanpa doi.

Baca juga: 11 Skill yang Bakal Menguntungkan Kamu di Era Teknologi

Berencana Squad, itulah tadi 4 tips agar hubungan kamu dan doi benar-benar setara. Jika kamu masih punya pertanyaan, hubungi Berani Berencana melalui:

- WhatsApp Chat: https://wa.me/6281113104512
- Line Chat: line://ti/p/@hxe5510a
- Webchat: available di situs Berani Berencana
Segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

KOMENTAR


idp2019 , 2019-07-01 16:57:36.556525

wah, sangat bermanfaat sekali infonya. Terima kasih berani berencana :)

Reply


RELATED ARTICLE

#TakeCTRL with Berani Berencana




Berani Berencana


Sebuah program edukasi anak muda untuk #TakeCTRL masa depan
dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cari tahu lebih lanjut
dan konsultasikan masalah kesehatan reproduksimu sekarang melalui
media di bawah ini: