4 Mitos dan Fakta Menarik Mengenai Masturbasi


Kunyit

Berencana Squad, nggak terhitung banyaknya kabar yang beredar mengenai topik yang tabu ini. Katanya, masturbasi menyebabkan kebutaan, merusak kualitas hubungan dengan pasangan, cuma dilakukan oleh orang-orang jomblo, dan banyak lagi. Agar kamu nggak bingung membedakan informasi yang akurat dengan yang cuma ‘katanya’ doang, kali ini Berani Berencana akan membahas sejumlah mitos dan fakta mengenai masturbasi.

1) “Masturbasi itu berbahaya.” ? Mitos

Banyak yang menyebutkan bahwa masturbasi itu berbahaya karena bisa menyebabkan penis mengecil atau bengkok, jumlah sperma menurun, hingga impotensi. Lebih anehnya lagi, bahkan ada yang mengaitkan masturbasi dengan tangan berbulu, gangguan mental, dan kebutaan. Padahal, kenyataannya masturbasi tidak menyebabkan masalah-masalah tersebut (Nichols, 2017, Medical News Today).

Baca Juga: Ternyata Masturbasi Ada Manfaat Baiknya Lho!

2) “Perempuan juga melakukan masturbasi.” ? Fakta

Menurut hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan di 18 negara, ternyata bahkan di Asia yang masturbasi masih dianggap tabu pun banyak perempuan yang melakukan masturbasi (Global Self Pleasure Report, 2018). Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok bahkan menempati posisi ke-4 hingga ke-7 terbanyak dalam hal jumlah perempuan yang melakukan masturbasi, setelah Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat di urutan pertama hingga ketiga. Artinya, aktivitas ini nggak hanya dilakukan oleh laki-laki. 

3) “Masturbasi hanya dilakukan oleh mereka yang jomblo atau tidak puas dengan hubungannya.” ? Mitos

Orang melakukan masturbasi karena berbagai alasan, belum tentu karena jomblo. Kadang-kadang, seseorang punya kebutuhan seksual, tetapi nggak ingin atau nggak sempat berhubungan seks. Selain itu, mungkin ada perbedaan pendapat mengenai waktu yang cocok untuk berhubungan, misalnya jika A lebih aktif secara seksual di pagi hari, sementara B lebih senang melakukannya di malam hari, sehingga dibutuhkan masturbasi (Watson, 2017, Psychology Today). 

Apakah berarti masturbasi hanya dilakukan kalau nggak puas dengan hubungan? Nggak juga. Pasangan-pasangan yang puas dengan hubungannya pun terkadang melakukan masturbasi sebagai variasi dari aktivitas seksual. Pada umumnya hal ini nggak akan mengurangi keinginan untuk berhubungan seks sebab orang tetap membutuhkan kepuasan emosional dari interaksi dengan pasangannya. Akan tetapi, kalau sampai pasangan menjauh gara-gara ketagihan masturbasi dan enggan diajak berdiskusi secara terbuka, nggak ada salahnya mempertimbangkan konseling.

Baca Juga: Ketagihan Masturbasi, Gimana Cara Mengatasinya?

4) “Masturbasi mencegah penyebaran infeksi menular seksual.” ? Fakta

Menurut Shelton (2010), masturbasi membantu orang dengan HIV/AIDS (ODHA) memilih alternatif aktivitas seksual dengan pasangannya. Masturbasi juga mencegah penyebaran infeksi menular seksual (IMS) lainnya. Meskipun begitu, jika kamu memiliki IMS, sebaiknya periksakan terlebih dahulu ke klinik agar dapat segera diatasi. Soalnya kalau tidak cepat diobati, beberapa jenis IMS bisa menyebar dari satu anggota tubuh ke bagian tubuh lainnya. 

Baca Juga: Cara Tahu Cara Cek IMS, Gimana Sih?

Berencana Squad, itulah tadi beberapa mitos dan fakta tentang masturbasi. Semoga kamu nggak bingung lagi dalam memilih informasi yang akurat, ya. Jika kamu masih memiliki pertanyaan mengenai topik ini, jangan ragu untuk bertanya melalui:

- WhatsApp Chat: https://wa.me/6281113104512

- Line Chat: line://ti/p/@hxe5510a

- Webchat: available di situs Berani Berencana

Segala hal yang kamu konsultasikan akan dijamin kerahasiaannya. Yuk, curhat ke Berani Berencana!

KOMENTAR


idp2019 , 2019-07-01 16:57:36.556525

wah, sangat bermanfaat sekali infonya. Terima kasih berani berencana :)

Reply


RELATED ARTICLE

#TakeCTRL with Berani Berencana




Berani Berencana


Sebuah program edukasi anak muda untuk #TakeCTRL masa depan
dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cari tahu lebih lanjut
dan konsultasikan masalah kesehatan reproduksimu sekarang melalui
media di bawah ini: